Tanpa orang lain di alam itu sudah terbiasa.

Memang banyak orang kota atau orang-orang yang besar di kota itu akan heran suatu hal dalam kehidupan orang lain, sebenarnya mereka sudah terbiasa maka hal itu biasa-biasa saja, namun bagi orang-orang yang besar di kota itu akan heran peristiwa atau perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia dewasa ini, sebaliknya juga dengan orang-orang yang sudah terbiasa di bagian laut.

Ketika orang-orang yang sudah terbiasa dan besar di hutan akan heran dan kagum melihat orang-orang yang mencari nafkah di laut, atau nelayan. Sayapun tidak berani kalau bagi nelayan yang menajak saya untuk melaut atau mencari ikan di laut. Apalagi mencari ikan menggunakan perahu itu saya paling takut sekali, karena dekat dengan ombak yang jatuh di perahu dan ombak datang menggoyang kesana-kemari. Orang yang sudah terbiasa hidup mencari di laut itu biasa-biasa saja, namun orang yang besar di hutan memang sulit sekali melaut dengan sendirinya.

Kalau di hutan masih bisa melihat ketika terjadi kecelakaan dll, namun dilaut itu tidak seperti hutan, taruhan nyawa hidup mati, kalau anda yang tidak berani sulit sekali pergi mengail sendiri. Saya memang orang yang besar di hutan, dan diajak oleh teman atau siapa saja yang menyuruh mengail sama-sama, saya tetap tolak. Kalau diajak saya pergi ke hutan ya saya siap tetapi untuk mengail selama saya dari papua sampai di ternate selama 4 tahun lebih saya tidak pernah mengail bersama orang tua teman-teman saya. Sebab saya paling takut dengan laut, tetapi kalau teman-teman saya itu sudah biasa jadi mereka biasa-biasa saja, tetapi saya kalau menyuruh mengail itu saya paling tidak hanya menonton dari pingkir pantai saja.

Kalau di ternate, saya paling berani sekali naik memetik buah durian, walaupun durian itu batang pohonnya terlalu besar dan panjangnya lumayan tinggi, tetapi saya bisa berani naik dan memetik buah. Saya bukan sombong, namun saya tinggal bersama teman kuliah saya atas nama Muh. Rahmadani atau Dani nama sabaanya, dimana kampung teman saya Danny banyak cengkeh, pala, dan durian, serta masih banyak pohon atau buah-buahan lainnya. Dan saya pernah naik durian setinggi sekitar 10 meter, untung saja saat itu belum ada tete sehingga saya berani naik durian, tetapi kalau ada tete saya tidak berani naik, karena tetenya Danny marah.

Itulah kelebihan dan kekurangan setiap manusia dalam kehidupan masing-masing. Dan manusia punya kelebihan di bidang masing-masing seperti saya sudah mencontohkan diatas. Tetapi terkadang manusia memiliki kelebihan kedua-duanya, baik itu dihutan maupun dilaut.

Terima kasih Tuhan memberkati.

Edisi, 30/01/2019.

Fotografer by : @yando_noken_kosong

Pantai gambesi, 30/01/19.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: