Kerja keras setiap orang tidak mengecewakan hasil akhir.

By : Yampres Yando

Kastela, Oktober2017. Ft’by : @Udin.

Kerja keras merupakan salah satu hal kewajiban dalam kehidupan yang lazim. Kerja keras bukan setelah besar atau tua baru memulainya, namun kerja keras itu mulai dari kecil hingga dewasa sampai tua.

Ada banyak ciri atau sifat orang yang melakukan kerja keras, sepertinya mulai dari kerja kecil-kecilan hingga sampai besar. Contohnya menyapu halaman, membantu orang lain mengerjakan suatu kegiatan, melakukan dan atau mengikuti sesuai perintah orang tanpa menolak, menjaga kios, menjadi buruh dan masih banyak yang biasa dilakukan oleh setiap manusia di muka bumi ini.

Dewasa ini, aku sudah mengerti dan melakukan, walaupun tidak sepenuhnya aku bertanggung jawab atas kerja fisik lainnya yang disuruh oleh orang lain, sebab kerja keras, aku bukan berawal dari disaat kuliah, namun saya sudah biasa dari pada saat SMP. Saat saya masih di SMP, saya paling rajin, bukan sombong tetapi saat itu jam 6 pagi saya bangun dan mencuci piring, saat itu saya tinggal bersama bapak Pdt. Matius Himan di salah satu kampung yang berada di Kabupaten Jayawijaya ibu kota Wamena, kampung Megapura.

Dirumah bapak pdt. Matius Himan, ia (pak pdt) merangkup semua anak-anak baik kenal maupun tidak kenal, dan paling banyak disitu adalah anak yatimpiatu termasuk saya. Pada waktu itu saya tidak pernah berhenti untuk perjuang untuk masa depan maupun dalam kehidupan. Selama masih saya SMP, kegiatan utama saat itu adalah ada 3 diantaranya :

1. Menarik becak

2. Bikin kebun

3. Mengerjakan/membantu bapak Pdt. Matius Himan.

Satu hari saya menarik becak dan mengumpulkan uang untuk disaat saya lapar ketika saya tidak narik becak ataupun tidak kerumah bapak pdt. Disaat saya tidak narik becak, saya sudah bikin kebun jadi saya bisa mengkali ubi/betatas lalu bisa makan sehari. Tetapi saya tidak dilakukan 2 kegiatan tersebut, saya harus membantu dirumah bapak pdt, dengan cara yang paling awal saya mencuci piring, mengangkat air gelon jeriken 50 liter pikul bawa dipahu dengan dua-dua, diikat dalam bambu.

Setelah kerja selesai di pagi hari, dan kesekolah kemudian datang dirumah bapak pdt dan makan siang, setelah makan siang saya harus mencari kayu bakar di hutan untuk masak air dan betatas, serta yang lainnya di malam hari atau pagi hari.

Momen itu saya tidak bisa lupa, dan setelah saya ujian SMP pada tahun 2011 dan masuk salah satu SMK PEMBNGUNAN yang biaya SPPnya sangag mahal, dalam 1 bulan biaya SPP biasa membayar 250. 000/orang/siswa. Karena ketidaksanggupan dalam membayar biaya SPP dengan latarbelakang orang tua yang tidak mampu ekonomknya, maka sayapun harus keluar dari sekolah itu dipertengahan dan masuk disekolah lain yang berada dikabupatwn lain, yaitu Kab. Yalimo SMK YAPESLI ELELIM, saat saya pindah dari wamena ke yalimo timggalnya bersama pemuda atau orang-orang kampung yang sudah lama menetap disitu (Asrama).

Sayapun bekerja keras selama saya berada disitu dengan aktivitas fisik, karena rajinnya saya maka, teman sekolah saya yang doa adalah istrinya bapak guru saya menyuruh untul tinggal sama-sama. Disaat saya tinggal dengan bapak guru, dan istrinya pak guru adalah teman sekolah saya. Selama saya tinggal bersama mereka, aktivitas sehari-hari saya adalah :

1. Mencari kayu bakar di gunung yang paling jauh, setelah saya potong dan belah hingga ikat lalu taruh di bingkir jalan, kemudian saya sampaikan ke pak guru saya bahwa, kayunya sudah belah, kemudian pak guru saya memerintahkan kepada adik-adik lainnya dan supir strada untuk mengangkut dan bawah kerumah. Kayu bakar yang saya belah itu selama 1 minggu, jadi kayunya bosa digunakan paling tinggi 3 bulan.

2. Aktivitas kedua yang saya melakukan selama saya bersama pak guru adalah menjaga babi di kandang. Dengan cara dalam 1 hari harus mencari/mengambil daun betatas lalu masak di 1 dandang besar dan dikasih makan sama babi yang pak guru saya untuk menjaga di kandang.

3. Aktivitaa ketiga yang saya lakukan selama bersama pak guru saya yaitu, masak, mengambil air untuk masak di kali, dan mengantar anak kecil ke sekolah, mengantar istri pak guru saya ke pasar dan sekolah.

Selain membantu pak guru saya, sayapun pernah membantu kaka-kaka lain, ad 2 rumah yang saya pernah membantu saat itu, yaitu saya paling raji mencuci piring di 2 rumah tersebut,mencabut rumput dihalaman dan memagar halaman rumah, selain itu afa salah satu kaka yang istrinya sekolah keperawatan di jayapura sehingga pakaiannya saya yang mencuci.

Dan ia pernah menamakan saya istri kedua, hehehe.πŸ˜€πŸ˜€

Dalam aktivitas keseharian yang padat, tujuan utama saya tidak pernah lupa, tujuan utama yang dimaksud adalah sekolah. Di sekolah SMK YAPESLI ELELMI itu SPPnya tidak dibayar karena pemda sudah dialokasi anggaran SPP se-Kab. Yalimo melalui dan BOS.

Selanjutnya saya sekolah sampai sudah selesai SMK pada tahun 2014, dan biaya PKL, uang ujian dan penulisan ijasah iyu di tanghung oleh pak guru yang saya tinggal sama-sama saat itu. Setibanya selesai dari SMK YAPESLI, sayapun haris mencari jalan keluar agar saya bisa kuliah. Saat itu ditangan saya uang hanya sekitar 100. 000 rupiah saja. Saya bersyukur karena saat itu saya membantu salah satu kak sehingga dia membantu uang untuk melanjutkankuliah dan memberikan uang 2. 0000. 000, dua juta.

Dan sayapun kngin lanjut perguruan tinggi yang ada di kota Wamena, namun saat itu saya tes di Afirmasi diluar Papua dan tes lagi beasiswa khusus untuk UNCEN. Beryukur karena orang yang saya kenal itu mereka kerjasama dengan pihak afirmasi sehingga saya bisa lulus dan dapat di PTN. UNKHAIR TERNAYE. Dan saat iyu saya lulus dua-duaya, Uncen maupun Unkhair.

Dari teman sekolah saya (istri pak guru), mengatakan bahwa, lebih baik kawan masuk saja di uncen, kalau teman masjk di Maljku sana saya tidak setujuh, dari sikap istri pak guru saya/teman sekolah saya. Dan saat itu pak guru dan istrinya menanyakan kepada saya Yando apakah ade memilih di Uncen atau Maluku? Dan sayapun optimis menjawab di Maluku, saat otu istri pak guru mengatakan bahwa di Maluku sana itu banyak orang jahat,kawan tidak takut ka menurut istri pak guru saya (teman sekolah). Namun saya menjawab jika Tuhan menghendaki maka, terjadilah sesuai rencana Tuhan. Nyatanya tidak seperti berkataan teman saya itu (istri guru), dan sampai saat ini sayapun kami masih berkomunikasi dan dimana kekurangan saya, mereka mengirim uamg makan buat saya.

Memang kehidupan sekarang seperti dulu, saya ini orang yang paling tidak mampu, soalnya orang tua/ayah saya sudah diada pada sat saya masih 4 tahun.

Dari kisah saya ini, setiap orang yang ingin untuk sukses dan merantau jauh harus kerja keras, dengan kerja keras segala sesuatu pasti Tuhan akan membuka jalan bagi kita, intinya dekat denganTuhan dan kerja keras. Sebab kerja keras merupakan salah satu hal yang harus diperjuangkan demi untuk mencapai masa depan.

Sampai saat saya berada di Ternatepun saya tidak bisa menunggu kedatangan hasil, melainkan saya harus pekerja keras dan saya bisa merasakan hasil akhir dengan tanla mengecewakan.

Hai sobat, jika kerja kerasmu seperti kisah saya diatas maka, pastinya mengeluh dan memikirkan dua kali lipat. Apapun pekerjaan dan tanggung jawab dalam hal kecil apapun, lakukanlah dengan senang hati.

Semoga bermanfaat.

By : Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: