Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Iklan

Tanpa orang lain di alam itu sudah terbiasa.

Memang banyak orang kota atau orang-orang yang besar di kota itu akan heran suatu hal dalam kehidupan orang lain, sebenarnya mereka sudah terbiasa maka hal itu biasa-biasa saja, namun bagi orang-orang yang besar di kota itu akan heran peristiwa atau perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia dewasa ini, sebaliknya juga dengan orang-orang yang sudah terbiasa di bagian laut.

Ketika orang-orang yang sudah terbiasa dan besar di hutan akan heran dan kagum melihat orang-orang yang mencari nafkah di laut, atau nelayan. Sayapun tidak berani kalau bagi nelayan yang menajak saya untuk melaut atau mencari ikan di laut. Apalagi mencari ikan menggunakan perahu itu saya paling takut sekali, karena dekat dengan ombak yang jatuh di perahu dan ombak datang menggoyang kesana-kemari. Orang yang sudah terbiasa hidup mencari di laut itu biasa-biasa saja, namun orang yang besar di hutan memang sulit sekali melaut dengan sendirinya.

Kalau di hutan masih bisa melihat ketika terjadi kecelakaan dll, namun dilaut itu tidak seperti hutan, taruhan nyawa hidup mati, kalau anda yang tidak berani sulit sekali pergi mengail sendiri. Saya memang orang yang besar di hutan, dan diajak oleh teman atau siapa saja yang menyuruh mengail sama-sama, saya tetap tolak. Kalau diajak saya pergi ke hutan ya saya siap tetapi untuk mengail selama saya dari papua sampai di ternate selama 4 tahun lebih saya tidak pernah mengail bersama orang tua teman-teman saya. Sebab saya paling takut dengan laut, tetapi kalau teman-teman saya itu sudah biasa jadi mereka biasa-biasa saja, tetapi saya kalau menyuruh mengail itu saya paling tidak hanya menonton dari pingkir pantai saja.

Kalau di ternate, saya paling berani sekali naik memetik buah durian, walaupun durian itu batang pohonnya terlalu besar dan panjangnya lumayan tinggi, tetapi saya bisa berani naik dan memetik buah. Saya bukan sombong, namun saya tinggal bersama teman kuliah saya atas nama Muh. Rahmadani atau Dani nama sabaanya, dimana kampung teman saya Danny banyak cengkeh, pala, dan durian, serta masih banyak pohon atau buah-buahan lainnya. Dan saya pernah naik durian setinggi sekitar 10 meter, untung saja saat itu belum ada tete sehingga saya berani naik durian, tetapi kalau ada tete saya tidak berani naik, karena tetenya Danny marah.

Itulah kelebihan dan kekurangan setiap manusia dalam kehidupan masing-masing. Dan manusia punya kelebihan di bidang masing-masing seperti saya sudah mencontohkan diatas. Tetapi terkadang manusia memiliki kelebihan kedua-duanya, baik itu dihutan maupun dilaut.

Terima kasih Tuhan memberkati.

Edisi, 30/01/2019.

Fotografer by : @yando_noken_kosong

Pantai gambesi, 30/01/19.

Mama adalah segalanya bagiku.

Bapa and mama : foto by : @YanesMirin.

Segala sesuatu seperti barang atau alat bisa digantikan dengan serupa barang/semirip alat tersebut. Namun namanya bapa dan mama tidak bisa menggantikan dengan berbagai macam alat atau barang, sebab manusia bukanlah sebuah alat atau barang.

Mama : Engkaulah yang terhebat didunia ini, kini kusudah dewasa dan sadar atas berbuatanku dulu, saat dulu kupernah melukai hatimu, dengat kata yang tak sewajarnya di unhkapkan oleh anak. Disaat itu engkau tak pernah membalas ataa kemarahan dan perlakuan saya saat kala itu. Engkau tersenyum dan dijadikan aku sebagai anak kandung, walaupun hatimu terluka karena berkataan-berkataan saya yang sangat tidak sewajarnya.

Engkau adalah sesosok wanita terhebat yang aku bisa temukan, tanpa engkau saya tak akan berada disini dan menulis tentangmu atas perlakuan dan berbuatan saya sekitar kurng lebih 15 tahun yang silam. Kini merindukanmu mama, aku ingin pelukan seperti dulu lagi, walaupun saya memperlakukanmu seperti seorng musuh. Tanpa bimbingan dan asuhanmu, kini kutak bisa berada ditempat yang bisa dibilang istimewa, dengan fasilitas yang lengkap. Betapa hebatnya aku bisa memilikimu, walaupun kita berbeda pulau dibelahan dunia lainpun, ingatanku dan dalam doa kita tetap bersama.

Masa depan itu adalah mama.

Segala sesuatu tanpa seorang ibu tidak ada kesuksesan atau keberhasilan, termasuk dalam nomor 1 adalah seorang ibu, karena seorang ibu telah sukses maka, yakin bahwa sayapun tetap akan sukses dalam perjuanganku, sebab dari dukungan doamu Tuhan telah sudah dikabulkan dan, pada saatnya baru akan nyatakan. Engkau mengandungku selama 9 bulan, dan engkaupun telah menderita disaat melahirkanku, sampai sudah membesarkan, kini kusadar atas perbuatanku dulu, dan sayapun meminta maaf sebesar-besarnya atas berbuatan saya dulu. Engkau tak pernah mengeluarkan sepatah kata kasar, apalagi memarahi. Karena engkau sangat paham paham atas berbuatanku dulu, bahwa suatu saat jika sudah dewasa maka akan sadar atas perbuatannya sendiri, munhkin nyata hal itu saat ini, dan engkau masa depan kesuksesan berbagai hal dengan berawal dari kesabaran.

Kesbaranmu adalah makna dari semua kesuksesan, walaupun banyak tantangan atau penderitaan yamg kau pernah alami. Dewasa ini adalah engkau berharap agar anakmu bisa sukses dalam perjuangan anaknya yang sedang berada dirantauan orang tanpa bersamaan keluarga, termasuk kamu mama. Segala perjuangan yang kau lakukan telah berhasil, dan kini engkau berharap agar anakmu bisa berhasil harapnya, namun semua keberhasilan anak terganrung kepada Tuhan, semoga Tuhan membuka jalan keluar bagiku pada tahun 2019 ini mama.

Terima kasih atas dukungan doamu mama, angou ferob nenin wanee.

Bapa…

Segala usaha dan jeripayahmu demi menghidupi dan membesarkan anakmu itu sangat aku kagum, dulu kutakpernah mendengar dan menerima nasehat darimu,dewasa ini kusadar dan menyesal atas berbuatan saya dulu, engkau tak pernah marah apalagi pukul. Saat dimana engkau marah, saat itu enkau menyendiri ditempat lain, agar tidak mwnimpulkan kemarahan, demi menjaga anakmu agar tidak terluka hati anakmu.

Kini kusadar atas hal-hal itu demi membesarkan aku dari berbagai hal, walaupun banyak tantangan dan masalah yang datang, namun engkau adalah setempok pagar yang dilindungi rumah agar tidak ada pencuri yang masuk, atau angin yang masuk dan merusak pada rumah tersebut. Dengan membagari dan melindungi hingga demi keluarga engkau memperjuangka, hingga kini kau masih memikirkan tentangku, bahwa bagaimana kabar anaku disana? Disini kubaik-baik saja papa, karena atas dukungan doamu kuselalu dilindungi oleh Tuhan.

12 tahun yang silam kutinggalkan dikampung halaman, tak pernah mendengar kabar tentangmu jauh disana, entah kau disana dengan hati yang luka, kerinduan, berbagai persoalan yang kau hadapi, namun engkau tetap bersabar dalam segala hal. Makna dari kesadaran itu engkau memberi pelajaran buatku masa depan, agar bagaimana menghadapi masa depan dengan kesabaran, seperti engkau yang menghadapi saat dulu hingga dewasa ini. Kusadar atas hal itu, dan kuyakin kedepannya akan seperti engkau lagi papa.

Kini kubelum bisa membalas atas pengorbanan dan kebaikanmu sepanajang masa, kuhanya berdoa agar kita tetap kembali beraama lagi papa. Semoga papa dan mama sehat selalu disana ya… Tuhan memberkati dan Tuhan selalu menjaga kalian disana, semog dilain waktu kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Jika Tuhan mengijinkan saya untuk bertemu, jika suatu saat tidak bertemu maka saya mohon maaf atas berbuatan saya, mungkin hal itu adalah yang terbaik oleh apa yang direncakan sesuai harapan Tuhn.

Tuhan Yesus selalu menjaga disana papa dan mama, semoga sehat selalu.

Angou wanee

Ternate, 23/01/2019 01:13 wit.

By :@Yampres Yando.

Kerja keras setiap orang tidak mengecewakan hasil akhir.

By : Yampres Yando

Kastela, Oktober2017. Ft’by : @Udin.

Kerja keras merupakan salah satu hal kewajiban dalam kehidupan yang lazim. Kerja keras bukan setelah besar atau tua baru memulainya, namun kerja keras itu mulai dari kecil hingga dewasa sampai tua.

Ada banyak ciri atau sifat orang yang melakukan kerja keras, sepertinya mulai dari kerja kecil-kecilan hingga sampai besar. Contohnya menyapu halaman, membantu orang lain mengerjakan suatu kegiatan, melakukan dan atau mengikuti sesuai perintah orang tanpa menolak, menjaga kios, menjadi buruh dan masih banyak yang biasa dilakukan oleh setiap manusia di muka bumi ini.

Dewasa ini, aku sudah mengerti dan melakukan, walaupun tidak sepenuhnya aku bertanggung jawab atas kerja fisik lainnya yang disuruh oleh orang lain, sebab kerja keras, aku bukan berawal dari disaat kuliah, namun saya sudah biasa dari pada saat SMP. Saat saya masih di SMP, saya paling rajin, bukan sombong tetapi saat itu jam 6 pagi saya bangun dan mencuci piring, saat itu saya tinggal bersama bapak Pdt. Matius Himan di salah satu kampung yang berada di Kabupaten Jayawijaya ibu kota Wamena, kampung Megapura.

Dirumah bapak pdt. Matius Himan, ia (pak pdt) merangkup semua anak-anak baik kenal maupun tidak kenal, dan paling banyak disitu adalah anak yatimpiatu termasuk saya. Pada waktu itu saya tidak pernah berhenti untuk perjuang untuk masa depan maupun dalam kehidupan. Selama masih saya SMP, kegiatan utama saat itu adalah ada 3 diantaranya :

1. Menarik becak

2. Bikin kebun

3. Mengerjakan/membantu bapak Pdt. Matius Himan.

Satu hari saya menarik becak dan mengumpulkan uang untuk disaat saya lapar ketika saya tidak narik becak ataupun tidak kerumah bapak pdt. Disaat saya tidak narik becak, saya sudah bikin kebun jadi saya bisa mengkali ubi/betatas lalu bisa makan sehari. Tetapi saya tidak dilakukan 2 kegiatan tersebut, saya harus membantu dirumah bapak pdt, dengan cara yang paling awal saya mencuci piring, mengangkat air gelon jeriken 50 liter pikul bawa dipahu dengan dua-dua, diikat dalam bambu.

Setelah kerja selesai di pagi hari, dan kesekolah kemudian datang dirumah bapak pdt dan makan siang, setelah makan siang saya harus mencari kayu bakar di hutan untuk masak air dan betatas, serta yang lainnya di malam hari atau pagi hari.

Momen itu saya tidak bisa lupa, dan setelah saya ujian SMP pada tahun 2011 dan masuk salah satu SMK PEMBNGUNAN yang biaya SPPnya sangag mahal, dalam 1 bulan biaya SPP biasa membayar 250. 000/orang/siswa. Karena ketidaksanggupan dalam membayar biaya SPP dengan latarbelakang orang tua yang tidak mampu ekonomknya, maka sayapun harus keluar dari sekolah itu dipertengahan dan masuk disekolah lain yang berada dikabupatwn lain, yaitu Kab. Yalimo SMK YAPESLI ELELIM, saat saya pindah dari wamena ke yalimo timggalnya bersama pemuda atau orang-orang kampung yang sudah lama menetap disitu (Asrama).

Sayapun bekerja keras selama saya berada disitu dengan aktivitas fisik, karena rajinnya saya maka, teman sekolah saya yang doa adalah istrinya bapak guru saya menyuruh untul tinggal sama-sama. Disaat saya tinggal dengan bapak guru, dan istrinya pak guru adalah teman sekolah saya. Selama saya tinggal bersama mereka, aktivitas sehari-hari saya adalah :

1. Mencari kayu bakar di gunung yang paling jauh, setelah saya potong dan belah hingga ikat lalu taruh di bingkir jalan, kemudian saya sampaikan ke pak guru saya bahwa, kayunya sudah belah, kemudian pak guru saya memerintahkan kepada adik-adik lainnya dan supir strada untuk mengangkut dan bawah kerumah. Kayu bakar yang saya belah itu selama 1 minggu, jadi kayunya bosa digunakan paling tinggi 3 bulan.

2. Aktivitas kedua yang saya melakukan selama saya bersama pak guru adalah menjaga babi di kandang. Dengan cara dalam 1 hari harus mencari/mengambil daun betatas lalu masak di 1 dandang besar dan dikasih makan sama babi yang pak guru saya untuk menjaga di kandang.

3. Aktivitaa ketiga yang saya lakukan selama bersama pak guru saya yaitu, masak, mengambil air untuk masak di kali, dan mengantar anak kecil ke sekolah, mengantar istri pak guru saya ke pasar dan sekolah.

Selain membantu pak guru saya, sayapun pernah membantu kaka-kaka lain, ad 2 rumah yang saya pernah membantu saat itu, yaitu saya paling raji mencuci piring di 2 rumah tersebut,mencabut rumput dihalaman dan memagar halaman rumah, selain itu afa salah satu kaka yang istrinya sekolah keperawatan di jayapura sehingga pakaiannya saya yang mencuci.

Dan ia pernah menamakan saya istri kedua, hehehe.😀😀

Dalam aktivitas keseharian yang padat, tujuan utama saya tidak pernah lupa, tujuan utama yang dimaksud adalah sekolah. Di sekolah SMK YAPESLI ELELMI itu SPPnya tidak dibayar karena pemda sudah dialokasi anggaran SPP se-Kab. Yalimo melalui dan BOS.

Selanjutnya saya sekolah sampai sudah selesai SMK pada tahun 2014, dan biaya PKL, uang ujian dan penulisan ijasah iyu di tanghung oleh pak guru yang saya tinggal sama-sama saat itu. Setibanya selesai dari SMK YAPESLI, sayapun haris mencari jalan keluar agar saya bisa kuliah. Saat itu ditangan saya uang hanya sekitar 100. 000 rupiah saja. Saya bersyukur karena saat itu saya membantu salah satu kak sehingga dia membantu uang untuk melanjutkankuliah dan memberikan uang 2. 0000. 000, dua juta.

Dan sayapun kngin lanjut perguruan tinggi yang ada di kota Wamena, namun saat itu saya tes di Afirmasi diluar Papua dan tes lagi beasiswa khusus untuk UNCEN. Beryukur karena orang yang saya kenal itu mereka kerjasama dengan pihak afirmasi sehingga saya bisa lulus dan dapat di PTN. UNKHAIR TERNAYE. Dan saat iyu saya lulus dua-duaya, Uncen maupun Unkhair.

Dari teman sekolah saya (istri pak guru), mengatakan bahwa, lebih baik kawan masuk saja di uncen, kalau teman masjk di Maljku sana saya tidak setujuh, dari sikap istri pak guru saya/teman sekolah saya. Dan saat itu pak guru dan istrinya menanyakan kepada saya Yando apakah ade memilih di Uncen atau Maluku? Dan sayapun optimis menjawab di Maluku, saat otu istri pak guru mengatakan bahwa di Maluku sana itu banyak orang jahat,kawan tidak takut ka menurut istri pak guru saya (teman sekolah). Namun saya menjawab jika Tuhan menghendaki maka, terjadilah sesuai rencana Tuhan. Nyatanya tidak seperti berkataan teman saya itu (istri guru), dan sampai saat ini sayapun kami masih berkomunikasi dan dimana kekurangan saya, mereka mengirim uamg makan buat saya.

Memang kehidupan sekarang seperti dulu, saya ini orang yang paling tidak mampu, soalnya orang tua/ayah saya sudah diada pada sat saya masih 4 tahun.

Dari kisah saya ini, setiap orang yang ingin untuk sukses dan merantau jauh harus kerja keras, dengan kerja keras segala sesuatu pasti Tuhan akan membuka jalan bagi kita, intinya dekat denganTuhan dan kerja keras. Sebab kerja keras merupakan salah satu hal yang harus diperjuangkan demi untuk mencapai masa depan.

Sampai saat saya berada di Ternatepun saya tidak bisa menunggu kedatangan hasil, melainkan saya harus pekerja keras dan saya bisa merasakan hasil akhir dengan tanla mengecewakan.

Hai sobat, jika kerja kerasmu seperti kisah saya diatas maka, pastinya mengeluh dan memikirkan dua kali lipat. Apapun pekerjaan dan tanggung jawab dalam hal kecil apapun, lakukanlah dengan senang hati.

Semoga bermanfaat.

By : Admin.